Kamis, 19 Februari 2009

Pantai Sasak, Pesona Pasir Putih Nan Asri

Pantai Sasak Di Pasaman Barat


Minggu, 30 Maret 2008
Berbicara mengenai wisata pantai di Pasaman Barat, jelas tidak terlepas dari Pantai Sasak yang berada di Kenagarian Sasak Kecamatan Sasak Ranah Pasisie Pasaman Barat. Pantai yang elok dengan hamparan pasir nan indah memberikan nuansa alam yang begitu alami.
Ini merupakan potensi yang sangat menjanjikan. Pantai Sasak Pasaman Barat (Pasbar) merupakan sebagian objek wisata yang ada di kabupaten yang baru mekar ini. Dengan pantai yang indah, landai dan berpasir putih halus, dipastikan mampu memikat para penikmat indahnya pantai. Nagari Sasak Kecamatan Sasak yang terletak di pantai barat Indonesia. Berada sekitar 20 Kilometer dari pusat Kota Simpangempat —140 Km dari Kota Padang, ternyata memiliki potensi wisata pantai yang sangat menjanjikan.

Keberadaan pantai Sasak hingga hari ini masih menjadi wisata andalan bagi masyarakat Pasaman Barat. Jalan menuju pantai Sasak itu pun tidak terlalu sulit dan tidak memakan waktu lama. Dengan menaiki angkutan umum dengan ongkos Rp 7.000 saja, sudah bisa sampai ke pantai tersebut. Atau ada juga pilihan dengan menggunakan ojek tentu ongkosnya sedikit lebih mahal dibandingkan menggunakan angkutan umum. Baru saja kita sampai di pantai Sasak, hamparan pasir putih dan jejeran tenda-tenda tempat berteduh dapat digunakan menghindari sengatan matahari. Deburan ombak menggelegar juga menjadi daya tarik pantai ini.

Ditambah lagi masyarakatnya yang begitu bersahabat menyambut kedatangan setiap pelancong. Pantai yang dihiasi perkampungan nelayan tradisional masih begitu bersahaja, jelas butuh sentuhan lebih untuk bisa berkembang lebih jauh. pantai Sasak merupakan sebuah potensi besar. Pantai yang didiami mayoritas masyarakat nelayan ini, menyajikan kesejukan dengan kebersihan yang begitu memikat hati. Terpampang kehidupan anak nagari yang masih bersahaja dengan diwarnai jejeran pukat dan kapal-kapal nelayan. "Beginilah Pantai Sasak nak. Pantai ini begitu perawan yang memberikan kesan kesejukan dengan hamparan pasir yang begitu bersih. Jika hari libur setiap Sabtu dan Minggu, pantai ini selalu sesak dipadati pengunjung.

Masyarakat disini pun selalu terbuka tidak pernah memungut biaya masuk dan parkir karena kami sepakat akan memberikan kesan yang baik bagi pengunjung. Hal ini tentunya akan menyebabkan semakin ramenya Pantai Sasak dikunjungi para pelancong," terang salah seorang pemilik rumah makan Naga Laut di pantai Sasak saat dikunjungi Wisata, beberapa waktu lalu. Tidak itu saja, minimal dalam satu kali setahun Pantai Sasak mengadakan pesta pantai dengan berbagai jenis mainan untuk menghibur masyarakat yang datang. Jika di pantai Padang ada jagung bakar, lantas apa makanan khas Pantai Sasak? Ikan bakar tenggiri. Tentunya bukan sembarang ikan bakar. Namun telah diselingi dengan berbagai bumbu khas Pasaman Barat, tidak pedas namun gurih dilidah serta ditambah dengan samba lado hijau tentunya sangat menggugah selera siapa saja yang dapat mencicipinya.

Menikmati santapan ala Pantai Sasak ikan bakar disertai dengan nasi dan sayur akan membuat siapa saja betah berlama-lama di pantai tersebut. Sembari duduk dengan hembusan angin sepoi-sepoi tentunya menjadi pilihan yang tepat untuk berlibur. Dapat dipastikan bagi siapa saja pengunjung yang untuk pertama kali menginjakan kaki pantai Sasak akan mendapatkan sebuah kesan manis dan tak akan terlupakan. Sebuah pantai yang indah dan masyarakat yang ramah akan menjadi ciri khas pantai Sasak. Kesan pertama yang begitu menggoda dan selanjutnya terserah anda kalau tidak dihantui rasa penasaran jika tidak mengunjungi pantai Sasak.

Potensi Wisata Bahari di Pulau Panjang

Selain pantai Sasak, Pasbar juga memiliki potensi wisata lain berupa wisata pulau yang tak kalah menarik Salah satu pulau yang memiliki potensi yang akan dikembangkan adalah Pulau Panjang. Pulau yang terletak di kecamatan Sungai Beremas Air Bangis ini memiliki luas sekitar 220 hektare dengan jumlah penduduk 1200 jiwa dan merupakan satu-satunya pulau yang berpenghuni di Pasbar. Sayang, potensi pulau yang indah tersebut belum tersentuh terutama pembangunan bidang sarana transportasi. sarana transportasi menuju Pulau Panjang hanya menggunakan perahu atau Speedboad. Dengan menempuh setengah jam pelajaran akan membawa kita sampai ke Pulau Panjang tersebut.(M Hasby)

Dicopy dari koran POS METRO.






2 komentar: